Inspiratif

3 Pahlawan Nasional yang Berasal dari NTT

Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 mulai terasa suka-citanya. Beberapa daerah sudah mulai ada yang memasangkan umbul-umbul bendera, bahkan sudah ada yang mulai menghias daerah sekitar rumahnya dengan lampu-lampu untuk memeriahkan HUT RI.

Perayaan ini, selain mengingat dan bersyukur atas kemerdekaan yang diraih 77 tahun silam, juga menjadi penghormatan kepada pahlawan-pahlawan nasional yang sudah berjuang mendapatkan kemerdekaan di medan perang.

Sahabat, tahu nggak sih, ada juga loh tokoh-tokoh pahlawan nasional yang berasal dari wilayah NTT (Nusa Tenggara Timur). Mereka dikenal dengan dedikasinya dalam perjuangan kemerdekaan, serta pendidikan di Indonesia. Wah, siapa saja ya tokoh pahlawan nasional dari NTT?

3 Pahlawan Nasional yang Berasal dari NTT

1. Izaak Huru Doko

Izaak Huru Doko | pahlawan nasional ntt

Izaak Huru Doko dikenal dengan sebutan ayam jantan dari Timur. Sebutan ini muncul karena kegigihan dan keteguhan dalam memperjuangkan aspirasi kemerdekaan. Izaak Huru Doko terlibat dalam 6 kegiatan/aktivitas yang mengarah kepada perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia sebelum proklamasi 17 Agustus 1945.

Dedikasinya terus berlanjut bahkan sampai pasca proklamasi, ia menggeluti 23 jenis kegiatan yang berbasis mempertahankan kemerdekaan RI, sehingga jasa-jasanya dianggap luar biasa bagi bangsa dan negara.

Dalam perjuangannya, ia sudah mengisi posisi dalam jajaran pemerintahan sejak Indonesia masih berbentuk federal.

Pada November 1947, Izak juga menjadi anggota parlemen Negara Indonesia Timur atau yang dikenal dengan NIT. Tidak berhenti sampai di sana, pada Desember 1947 – Maret 1950 ia terpilih menjadi Menteri Muda Penerangan.

Izak seringkali bertindak sebagai Wakil Perdana Menteri dalam Kabinet NIT ke-4 dalam lingkungan RIS. Di tengah kesibukannya sebagai pejabat di negara bagian, ia tidak pernah melupakan perjuangan saudara sebagansanya di daerah lain, khususnya daerah Timur.

Baca Juga: 6 Kendala Membangun Masjid di Pedalaman NTT

2. Prof. Dr. Ir. Herman Johannes

Prof. Dr. Ir. Herman Johannes | pahlawan nasional ntt

Prof. Dr. Ir. Herman Johannes dikenal sebagai cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, serta gerilyawan yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Beliau banyak mengabdikan diri dan ilmunya untuk kebutuhan rakyat kecil.

Pengetahuannya pada bidang fisika dan kimia dimanfaatkan untuk merakit senjata api, antara lain granat. Dalam kabinet Natsir, ia pernah mewakili Persatuan Indonesia Raya (PIR) yang juga didirikan pada tahun 1948.

Selain itu, ia juga seorang ahli dalam bidang ketenagaan, awal mulanya pada tenaga atom, kemudian energi secara general. Khusus mengenai tenaga atom, Prof. Dr. Ir. Herman Johannes dua kali mengikuti konferensi internasional sebagai anggota delegasi Indonesia, yaitu di Jenewa tahun 1955 dan Tokyo tahun 1957. Ia juga menemukan bahwa ilalang bisa dijadikan alternatif pengganti bensin.

Dedikasinya pada dunia pendidikan di Indonesia tidak hanya berhenti di sana, pada tahun 1972-1978 ia menjadi anggota Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Ia juga pernah menjadi Rektor Universitas Gadjah Mada ke-2 dan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia ke-7.

Baca Juga: 4 Cara Tak Lazim, Warga Pedalaman Mendapatkan Air Bersih di NTT

3. Wilhemus Zakaria Johan

Wilhemus Zakaria Johan | pahlawan nasional ntt

Wilhelmus Zakaria Johannes lahir pada tahun 1895 di Termanu, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Ia merupakan pahlawan nasional pada bidang pendidikan dan pejuang Pergerakan Nasional. Ia juga merupakan ahli rontgen pertama Indonesia dan merupakan pelopor Medis bidang radiologi.

Wilhelmus Zakaria Johannes adalah salah satu yang turut mendirikan Badan Persiapan Persatuan Kristen (BPPK), yang dikenal dengan Partai Kristen Indonesia (Parkindo), dan juga pernah menjadi Ketua Partai Kristen Nasional (PKN).

Ia membentuk organisasi perjuangan yaitu Gerakan Rakyat Indonesia Sunda Kecil (GRISK) untuk mempertahankan Kemerdekaan RI.

Sayangnya, pada tahun 1952 ia berangkat keluar negeri selama lima bulan, dalam kondisi kurang sehat dan menderita penyakit jantung. Ia berangkat untuk mengabdi sebagai perwakilan Indonesia di Rumah Sakit Bronovo di Den Haag, Belanda. Namun, belum lama bertugas, ia mendapatkan serangan jantung, dan menghembuskan napas terakhirnya pada 4 September 1952.

Nah, itu dia 3 pahlawan nasional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Ketiganya dikenal dengan jasa-jasa mereka baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta perjuangan mulai dari pra kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan.

Fokus pada rakyat-rakyat kecil dan mendidikasikan diri penuh pada bangsa dan negara membuat 3 pahlawan nasional ini terkenang, khususnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Sahabat Baik, dari 3 pahlawan nasional yang berasal dari NTT di atas, siapa nih pahlawan nasional favorit kamu?