Pendidikan

3 Cara Peringati Hari Literasi Sedunia

“Seseorang yang gemar membaca hidup 1000 tahun sebelum dia mati. Seseorang yang tidak pernah membaca hanya hidup sekali.”

– George R.R Martin

Hidup 1000 Tahun?

Ungkapan tersebut ternyata benar adanya, pada saat seseorang membaca maka ia mendapatkan begitu banyak inspirasi. Buku bisa diibaratkan sebagai teman terbaik. Buku juga bisa menjadi rahim dari lahirnya ide-ide hebat dan juga luar biasa.

Membaca adalah pintu gerbang melihat dunia. Dengan membaca, kita bisa mendapatkan wawasan baru. Di Hari Literasi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 September ini. Mari kita peringati dengan harapan literasi di Indonesia dapat semakin maju lagi. Berikut 3 Cara Peringati Hari Literasi Sedunia:

1. Mengingat Dedikasi Guru di Indonesia

dedikasi guru di Indonesia begitu tinggi

Tak dapat dipungkiri, guru memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi di Indonesia. Dedikasi tinggi dari para guru menjadi jembatan anak-anak Indonesia untuk mendapatkan banyak ilmu baru . Selalu mendukung para guru bisa menjadi salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk memajukan dunia literasi Indonesia.

Pak Saripin adalah salah satu contohnya. Guru yang berasal dari Kecamatan Dusun Nae, NTT ini sudah mengajar selama 5 tahun. Meski tidak mendapatkan penghasilan yang layak, Pak Saripin tetap memiliki semangat tinggi dalam memberikan pendidikan terbaik untuk murid-muridnya di SD Lobohusu, Desa Golo Bilas, Komodo, NTT. 

Setiap hari, Pak Saripin harus menempuh perjalanan sejauh 3 kilometer melewati hutan dan gunung berbatu dengan berjalan kaki. Hal itu sama sekali tidak menyurutkan semangatnya dalam mendedikasikan diri mengajar anak-anak di pedalaman NTT.

2. Ikut Bangun Sekolah di Pedalaman

ikut membangun sekolah di pedalaman

Pendidikan tidak dapat berjalan Ketika fasilitas penunjangnya tidak memadai. Adanya fasilitas yang baik dapat memudahkan proses belajar mengajar, memberi kenyamanan bagi siswa, dan juga menjadi tolak ukur keberhasilan pendidikan di daerah tersebut.

Mirisnya, beberapa daerah di pedalaman Indonesia tidak memiliki fasilitas pendidikan yang baik. Bahkan jika kita mengunjungi daerah yang jauh dari pusat kota, ketimpangan itu sangat jelas terlihat.

Sebut saja Pulau Mules, daerah yang letaknya 60 kilometer dari pusat kota Manggarai, NTT. Di pulau tersebut, hanya ada satu sekolah yaitu MIS Al-Hikmah. Gedung sekolahnya sungguh memprihatinkan. Dibuat oleh warga setempat, sekolah ini hanya berdinding anyaman bambu dan beralaskan tanah. Ruang kelasnya terdiri dari 2 ruang untuk 46 orang anak. Jika hujan turun, airnya masuk ke dalam ruangan karena bangunan sekolah setengah terbuka. 

Yuk, Ikut Bantu Bangun Sekolah di Pulau Mules. Klik di sini.

3. Buku Untuk Anak-anak Pedalaman

buku sebagai inspirasi untuk pedalaman

Di Indonesia, ada daerah yang mengalami kekurangan ketersediaan buku. Di pedalaman Nusa Tenggara Timur salah satunya. Bagi mereka, buku adalah barang mahal yang tidak mampu mereka beli. Jarang dari mereka yang memiliki buku sekolah. Mereka hanya bisa membaca buku pelajaran yang ada di sekolah, itu pun bergantian dengan teman lainnya.

Tidak seperti di kota, anak-anak di pedalaman tidak memiliki akses internet dan ponsel genggam. Maka hehadiran buku menjadi sesuatu yang sangat berharga untuk mereka.

Nah, Sahabat. Itulah 3 cara yang bisa kita lakukan dalam rangka memperingati hari literasi sedunia. Di antara banyaknya masalah pendidikan di Indonesia, kewajiban kita sebagai generasi penerus bangsa adalah dengan memberikan kontribusi terbaik untuk memajukan bangsa. 

Semoga literasi di Indonesia dapat semakin baik lagi ke depannya. 

Selamat Hari Literasi Sedunia