Rilis Tentang IBM

Berpartisipasi dalam eMpowering Youths Across ASEAN Programme, Insan Bumi Mandiri akan Ekspansi Program Tenun.in

Bandung, 23 Mei 2023 – Insan Bumi Mandiri, sebuah lembaga filantropi yang berfokus pada pemberdayaan daerah pedalaman di Indonesia, ikut berpartisipasi dalam program eMpowering Youths Across ASEAN (EYAA) Cohort 3. Insan Bumi Mandiri sukses menjadi salah satu dari 12 organisasi masyarakat sipil (civil society organizations) yang ikut berpartisipasi setelah sebelumnya melalui proses seleksi yang dimulai sejak Januari. 

EYAA merupakan sebuah program yang bertujuan untuk memperkuat kerelawanan sosial di kalangan anak muda. Program yang diprakarsai oleh ASEAN Foundation dan Maybank Foundation tersebut menyatukan kelompok pemuda ASEAN berbakat yang disebut “Youth Volunteers” dengan organisasi masyarakat sipil untuk berkolaborasi dalam mengimplementasikan proyek komunitas yang berdampak di seluruh kawasan.

Sebagai bentuk partisipasi dalam EYAA, Insan Bumi Mandiri akan mengekspansi program pemberdayaan Tenun.in. Program pemberdayaan para penenun Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipelopori oleh Insan Bumi Mandiri dan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) tersebut sebelumnya sudah sukses berjalan di Alor, Sumba, dan Ende. Kali ini Insan Bumi Mandiri akan membangun satu sentra tenun lagi di Tenukiik, Atambua, Kabupaten Belu, NTT. Ekspansi program Tenun.in tersebut akan melibatkan secara langsung 12 Youth Volunteers yang berasal dari Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Melalui sentra Tenun.in yang akan dibangun di Belu, Insan Bumi Mandiri ingin meningkatkan produktivitas, pengetahuan, distribusi, dan membangun mental pengusaha para penenun setempat. Untuk mewujudkannya, Insan Bumi Mandiri dan Youth Volunteers akan melakukan beberapa strategi program aktivitas seperti membangun infrastruktur, training, coaching, dan capacity building.

Aung Kyaw, salah satu Youth Volunteers asal Myanmar, menargetkan adanya peningkatan kualitas sumber daya secara masif setelah program Tenun.in di Belu berjalan. “Saya juga ingin terlibat dalam membantu pemasaran organisasi EYAA agar terhubung dengan masyarakat global,” tambahnya.

“Saya berharap mendapatkan skill yang dapat menunjang jalannya pemberdayaan di seluruh Asia Tenggara, terutama pada area terpencil. Sebagai salah satu delegasi Indonesia, semoga saya bisa menjadi role model penggerak bagi pemuda Indonesia untuk dapat aktif dalam pemberdayaan lingkungan sekitar,” jawab Alhakim, salah satu Youth Volunteers asal Indonesia, ketika ditanya soal harapannya terhadap program EYAA Cohort 3.

Saat ini, para Youth Volunteers masih menjalani masa pelatihan bersama Insan Bumi Mandiri dan instruktur dari ASEAN Foundation. Masa pelatihan yang berlangsung selama satu bulan tersebut akan ditutup dengan lokakarya di Bangkok pada tanggal 24 – 28 Juli. Setelahnya, beberapa pihak dari Insan Bumi Mandiri dan ke-12 Youth Volunteers akan langsung menuju NTT untuk menjalankan program Tenun.in di Belu selama dua pekan.

Untuk program-program pemberdayaan masyarakat pedalaman lainnya, Insan Bumi Mandiri turut mengajak semua lapisan masyarakat untuk berkolaborasi. Informasi lebih lanjut mengenai program pemberdayaan masyarakat pedalaman tersebut dapat diakses melalui website www.insanbumimandiri.org atau Instagram @insanbumimandiri.

Tentang Insan Bumi Mandiri

Insan Bumi Mandiri (IBM) merupakan sebuah lembaga filantropi yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat untuk membangun pedalaman Indonesia. Berdiri sejak 2016, IBM telah berhasil menyelenggarakan 1.004 program dan membantu lebih dari 163.792 masyarakat pedalaman Indonesia. Kami selalu percaya, langkah kecil bersama Anda akan menciptakan jejak kebaikan untuk saudara-saudara kita di pedalaman. Berbagai persoalan, seperti akses transportasi, infrastruktur, kesehatan, ekonomi, dan pendidikan bisa kita benahi bersama. Informasi lengkap bisa dilihat di insanbumimandiri.org