Ramadhan

Hikmah Ramadhan dan Kaitannya dengan Hidup Sederhana

Bulan Ramadhan akan segera berakhir! Sebagaimana telah banyak dibahas pada artikel sebelumnya, bulan ramadhan adalah salah satu bulan suci yang memiliki banyak hikmah dan berkah. Salah satu hikmah yang luar biasa adalah belajar hidup menjadi sederhana. Berikut akan diulas hikmah puasa di bulan suci ramadhan, dan apa kaitannya dengan hidup sederhana,

Hikmah Puasa Ramadhan

Sebelumnya juga sudah banyak dibahas mengenai hikmah di bulan Ramadhan. Secara umum dilansir dari artikel 12 Hikmah Jalani Puasa Ramadhan, Kamu Sudah Tahu? (superapp.id), hikmah ramadhan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Lebih mendekatkan diri pada Allah SWT

Hikmah paling utama yang didapatkan oleh umat muslim selama bulan Ramadhan utamanya adalah bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini karena ibadah puasa merupakan salah satu rukun islam yang menjadi keutamaan. Oleh karena itu, sebagai utamanya dari melakukan ibadah puasa adalah semakin bersyukur kepada Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. 

2. Sebagai dorongan untuk berbuat baik. 

Ketika kita melakukan ibadah puasa, kita dilatih untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Hal ini berhubungan dengan, misalnya, menahan hawa nafsu sehingga menghindari perbuatan buruk dalam aspek sosial.

3. Meningkatkan empati kepada sesama

Hikmah berpuasa akan mendorong setiap umat muslim saling membantu. Saling membantu ini akan meningkatkan rasa empati sesama. 

4. Mencegah diri dari perbuatan maksiat

Perintah dalam berpuasa adalah menghindari perbuatan maksiat. Ketika seorang muslim melakukan puasa, secara otomatis harus menahan segala godaan dan perbuatan maksiat. Hal ini menjadi salah satu tantangan umat muslim dalam menjalankan puasa.

5. Dapat mengendalikan emosi

Selama berpuasa, kita diperintahkan untuk menahan amarah. Selain itu, kita juga harus bisa menahan rasa sedih dan emosi berlebihan lainnya. Oleh karena itu, dengan berpuasa akan membuat kita bisa mengendalikan emosi.

6. Merefleksikan diri

Berpuasa juga dapat dijadikan untuk media untuk merefleksikan diri. Refleksi ini harus dilakukan untuk mengevaluasi diri dari perilaku kita selama tahun sebelumnya untuk menjadi lebih baik. 

7. Dapat melatih hidup sederhana

Salah satu hikmah ramadhan adalah belajar hidup sederhana. Karena selama itu, kita dilatih untuk menahan hawa nafsu, seperti nafsu makan dan minum. Ketika kita menahan nafsu makan dan minum, kita pun menjadi hidup lebih sederhana dan dapat memperhitungkan pengeluaran makan dan minum secukupnya. Karena kita juga diperintahkan untuk menahan emosi berlebihan, maka dengan berpuasa dapat melatih kita untuk menahan diri dari perasaan angkuh, sombong, dan lainnya.

8. Sebagai media pererat silaturahmi

Sesama muslim akan banyak melakukan hal baik selama di bulan puasa. Selain itu, umat muslim juga dapat mempererat tali silaturahmi ketika berbuka puasa bersama.

9. Meningkatkan kesehatan jasmani

Beberapa poin sebelumnya adalah hikmah untuk meningkatkan kesehatan rohani. Namun selain rohani, berpuasa juga memberikan dampak yang besar terhadap kesehatan jasmani.

Beberapa manfaat puasa terhadap jasmani seperti: dapat menjaga berat badan, menjaga kesehatan jantung, dan meningkatkan fungsi otak. Ketika kita berpuasa, asupan makanan ke dalam tubuh pun berkurang sehingga mengurangi berat badan kita.

Energi cadangan dalam tubuh seperti lemak akan diakumulasikan sebagai sumber energi saat tubuh kita defisit energi utama. Selain itu, puasa juga dapat merangsang pelepasan BDNF (Brain-derived neurotrophic factor) yang akan menjaga kesehatan sel dan fungsi otak. Sehingga, berpuasa menyebabkan kita terhindar dari penyakit yang berhubungan dengan otak dan memori, seperti pikun. 

Hikmah Ramadhan Terhadap Hidup Sederhana

Salah satu poin diatas adalah hikmah ramadhan dapat mengubah gaya hidup menjadi sederhana. Dilansir dari artikel: Hikmah Ramadan, Nabi Muhammad SAW Mengajarkan Hidup Sederhana (wartaekonomi.co.id), puasa dapat melatih diri untuk lebih berempati dan bersimpati terhadap sesama. Sikap ini pun telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dimana beliau begitu menyayangi anak yatim dan hidup dengan berbagi kepada sesama. 

Banyak cerita yang menggambarkan kesederhanaan hidup Rasulullah SAW. Salah satu ceritanya adalah, ketika Allah SWT menawarkan gunung uhud menjadi permata dan emas, namun Rasulullah SAW lebih memilih untuk diberikan nikmat kenyang. Cerita lain adalah sikap Rasulullah yang tidak terobsesi memamerkan kedudukannya di kalangan masyarakat Arab saat itu. Rumah beliau pun sederhana, alas tidurnya terbuat dari pelepah daun kurma. 

Kesederhanaan ini bisa kita latih dengan berpuasa. Dilansir dari artikel Puasa Ramadhan dan Hidup Sederhana | Republika Online. Bulan Ramadhan adalah bulan wajib berpuasa, dimana kita mengontrol diri dari segala macam keinginan dan hawa nafsu yang bersifat negatif. Sepertinya misalnya mengurangi makan dan minum, sehingga nafsu untuk melakukan hal negatif dapat terhindar. Selain itu, hal ini dapat mengontrol perilaku sosial pula. Kita dapat merasakan kelaparan dan kehausan seperti yang dialami orang tidak mampu, seingga kita menjadi lebih berempati, dan berhemat agar tidak menghamburkan uang agar bisa membeli kebutuhan pangan. 

Selain itu, kesadaran empati dalam bersosial adalah berpenampilan sederhana, dan memiliki gaya hidup sederhana juga. Rasa empati juga akan memadamkan keinginan bergaya glamour, sombong, dan berlebihan. Sesungguhnya, Allah SWT tidak menyukai sikap berlebihan dan perasaan tinggi hati pada umatnya. Hal ini seperti dalam firman Allah SWT dalam Q.S Ali ‘Imran: 147 yang berbunyi

“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”

Oleh karena itu, belajar hidup sederhana sangat penting bagi kita, kaum muslimin. Melatih hidup sederhana ini bisa pula dilakukan ketika kita berpuasa di bulan Ramadhan.

Sahabat, itu tadi Hikmah Ramadhan dan Kaitannya dengan Hidup Sederhana. Semoga, bulan suci ini bisa melatih kita untuk hidup lebih sederhana dan mampu berempati terhadap orang-orang di sekitar kita.