Ramadhan

Niat, Perbedaan serta Cara Mengamalkan Puasa Kifarat

puasa kifarat adalah

Bagi umat islam, tentu tidak asing dengan kata ‘kifarat’. Lantas, apakah maksud dari puasa kifarat ini? Dilansir dari artikel mengenai puasa kifarat, puasa kifarat merupakan puasa yang harus dilakukan ketika seorang muslim melanggar aturan agama islam. Atau dalam istilah lain, puasa ini merupakan puasa yang dilakukan untuk membayar denda atau pun sanksi.

Dikarenakan puasa ini adalah denda, maka muslim yang melakukan kesalahan atau pelanggaran, wajib menjalankan puasa ini. Sehingga, dibandingkan dengan puasa Ramadhan, puasa kifarat dapat dilakukan di bulan lainnya. Selain itu, perbedaan dari kedua puasa adalah niat dan juga tujuan dari puasa itu sendiri. 

Kewajiban ini juga ditetapkan dalam Al-Qur’an. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Mujadalah ayat 3-4, yang berarti:

Dan mereka yang menzihar istrinya, kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka diwajibkan) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya), maka (dia wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang sangat pedih.” (QS. Al Mujadalah: 3-4)

Penyebab Dilakukannya Puasa Kifarat

Banyak aturan dalam agama islam yang harus dilakukan dan tidak boleh dilanggar. Dilansir dari IDN Times Puasa , beberapa penyebab wajibnya puasa kifarat bagi seorang muslim, adalah ketika mereka melanggar peraturan sebagai berikut:

  1. Kaum muslim yang melakukan hubungan suami isteri di siang hari, ketika di bulan Ramadhan. Mereka wajib membayar puasa dua bulan berturut-turut.
  2. Kaum muslim yang tidak mampu memenuhi nazar, harus berpuasa selama tiga hari.
  3. Seseorang yang membunuh tanpa sengaja, mereka wajib berpuasa selama dua bulan berturut-turut.
  4. Seorang suami yang melakukan zihar, atau perbuatan yang menyamakan istri dengan ibunya. Ia harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut.
  5. Seorang muslim yang mencukur rambut saat ikhram, maka harus berpuasa selama tiga hari berturut-turut. 
  6. Seorang muslim yang mengerjakan haji secara tamatuk atau kiran, mereka wajib berpuasa selama sepuluh hari. 
  7. Mencukur rambut saat ihram, maka berpuasa selama tiga hari berturut-turut
  8. Apabila seseorang mengerjakan haji secara Tamattu’ (mendahulukan umrah baru haji) atau kiran (haji dan umrah bersamaan), maka wajib mengerjakan puasa selama sepuluh hari

Jenis-jenis Puasa Kifarat

Puasa kifarat juga bergantung dengan penyebabnya. Dilansir dari Apa Itu Puasa Kafarat: Tata Cara Pelaksanaan & Bacaan Niat (tirto.id), adapun jenis-jenis puasa kifarat yaitu:

1. Kafarat zihar 

Puasa kifarat harus dilakukan apabila suami meyamakan istrinya dengan ibunya. Misalnya menyamakan punggung isterinya dengan ibunya. Konon di zaman jahiliyah, zihar merupakan salah satu cara menceraikan istri, dan ini adalah perbuatan haram.

2. Kifarat haji 

Apabila jamaah haji tidak ihram dari miqat, dan tidak kembali ke salah satu miqat, maka puasa kifaratnya selama 10 hari. Dimana 3 hari puasa dilakukan pada masa haji, dan 7 hari di luar masa haji.

3. Kifarat pembunuhan 

Pembunuhan yang tidak disengaja, maka puasa kifarat yang dilakukan selama dua bulan berturut-turut.

4. Kifarat bersetubuh di bulan Ramadhan

Ketika suami isteri bersetubuh di siang hari waktu puasa bulan Ramadhan, maka tindakan tersebut adalah haram. Puasa kifarat yang dilakukan adalah dua bulan berturut-turut.

5. Kifarat yamin

Ini adalah kifarat yang diperuntukkan jika seorang muslim melanggar sumpah, maupun melakukan sumpah palsu. Puasa kafaratnya selama tiga hari.

Baca Juga: Keutamaan Menyegerakan Buka Puasa Ramadhan

Niat Puasa Kifarat

Untuk melakukan puasa kafarat juga memiliki tata cara dan aturan. Adapun tata cara melakukan puasa kifarat yang dilansir oleh Pengertian dan tata cara puasa kifarat, lengkap dengan bacaan nia (brilio.net) adalah sebagai berikut:

1. Membaca niat

Sudah menjadi satu hal yang umum untuk membaca niat bagi setiap ibadah. Niat yang harus dilakukan pun karena Allah SWT. Adapun niat untuk puasa kifarat:

Artinya: “Saya berniat puasa esok untuk melaksanakan kafarat fardhu karena Allah Ta’ala”.

2. Sahur

Setelah melakukan niat, umat muslim yang akan melakukan puasa kifarat melakukan sahur. Hal ini sama dengan puasa Ramadhan. Hukum sahur sendiri adalah sunnah jika dikerjakan. Berarti, puasa tetap sah meskipun tanpa sahur.

3. Menahan dari nafsu.

Pada puasa kifarat pun, kita harus bisa menahan diri dari hawa nafsu. Hal ini menjadi esensi dasar dalam berpuasa, dimana menahan diri dari godaan dan nafsu merupakan hal utama. 

4. Berbuka puasa.

Puasa kifarat juga diakhiri dengan buka puasa. Ketika hendak melakukan buka puasa, diutamakan berdoa terlebih dahulu  sebagai bentuk syukur kepada Allah. 

Demikianlah niat, perbedaan serta cara mengamalkan puasa kifarat. Semoga kita semua selalu bertakwa kepada Allah SWT dan istiqamah dalam menjalankan ibadah-ibadah lainnya.