Tentang IBM

Dapur Umum Bantu Penuhi Kebutuhan Pengungsi Gempa NTT di Sikka dan Nagekeo

Pasca gempa bumi 7,8 M yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/26), ribuan warga terdampak masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, PT Paragon Corp melalui Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) mendirikan dapur umum di dua wilayah terdampak gempa. Kedua wilayah tersebut adalah Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo, Flores.

Dapur Umum untuk Pengungsi di Sikka

Dapur umum pertama didirikan di posko pengungsian Desa Nangahale, Kabupaten Sikka, pada Selasa (25/8/26).

Posko tersebut berjarak sekitar 39 kilometer dari pusat kota. Sebanyak 75 kepala keluarga dengan total 300 pengungsi tinggal di lokasi tersebut.

Foto: Dapur bersama di Kabupaten Sikka, NTT

Sebelum menuju lokasi, tim relawan mempersiapkan bahan masakan dengan membelinya dari pasar setempat. Bahan makanan yang digunakan untuk dapur umum terdiri dari bahan pangan segar, seperti sayuran dan lauk-pauk yang diperoleh dari pasar setempat. Pemilihan bahan ini dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan tetap beragam dan memenuhi kebutuhan gizi para penyintas. Bahan makanan tersebut selanjutnya dimasak bersama di dapur umum. Selain pendirian dan penyaluran dapur umum, tim relawan juga melakukan kegiatan pemulihan psikososial bersama anak-anak di pengungsian.

Bantuan Berlanjut ke Nagekeo

Setelah dari Sikka, tim relawan bergerak menuju Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Tim tiba pada Sabtu (29/8/26) untuk mendirikan dapur umum kedua.

“Di sini (Nagekeo) termasuk wilayah yang belum banyak tersentuh bantuan, jadi kami salurkan stok bahan makanan untuk beberapa hari ke depan. Semoga keadaan bisa segera membaik dan warga bisa pulang ke rumah masing-masing,” tutur Fajar, salah satu relawan yang turun ke lokasi.

Foto: Mama-mama memasak bersama di dapur umum Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa

Sebanyak 247 warga menerima penyaluran bantuan tersebut. Di antaranya terdapat lansia dan anak-anak.

Sementara itu, tim relawan juga mengadakan kegiatan pemulihan psikososial bagi anak-anak di posko pengungsian. Kegiatan dilakukan melalui aktivitas mewarnai dan berbagai permainan tradisional.

Warga Terbantu dengan Bantuan Dapur Umum

Kehadiran dapur umum mendapat sambutan baik dari warga di posko pengungsian Desa Waekokak.

“Kami di sini masih mengandalkan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari karena belum bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Adanya dapur umum ini sangat membantu kami mendapatkan makanan selama masih berada di pengungsian. Semoga badai ini segera berlalu dan kami bisa beraktivitas kembali,” ujar Bu Silvi, salah satu pengungsi di posko Desa Waekokak.

Melalui dua dapur umum tersebut, Insan Bumi Mandiri berharap kebutuhan pangan warga dapat terpenuhi. Bantuan ini juga diharapkan dapat mendukung masyarakat NTT dalam proses pemulihan pascabencana.

Selain kebutuhan pangan, setiap wilayah memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, bentuk bantuan perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Insan Bumi Mandiri juga membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak. Dukungan dapat diberikan melalui pemenuhan kebutuhan pangan maupun bantuan lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Tentang Insan Bumi Mandiri

Insan Bumi Mandiri (IBM) merupakan sebuah lembaga filantropi yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat untuk membangun pedalaman Indonesia. Berdiri sejak 2016, IBM telah berhasil menyelenggarakan 1.004 program dan membantu lebih dari 163.792 masyarakat pedalaman Indonesia. Kami selalu percaya, langkah kecil bersama anda, #PartnerKebaikan, akan mendatangkan kebaikan untuk saudara-saudara kita di pedalaman. Berbagai persoalan, seperti akses transportasi, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan bisa kita benahi bersama. Informasi lengkap bisa dilihat di insanbumimandiri.org