Manggarai Barat, 31 Juli 2026 – Pulau Longos, pulau terluar di utara Pulau Flores, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Namun, kedekatan mereka dengan laut belum menjamin hasil tangkapan yang optimal. Keterbatasan fasilitas penyimpanan pascapanen membuat mutu hasil tangkapan kerap menurun sebelum sempat dijual. Durasi listrik yang belum mencapai 24 jam menjadi salah satu alasan nelayan belum memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai.
Cold Storage Bertenaga Surya
Keinginan untuk memiliki fasilitas penyimpanan hasil laut sebenarnya sudah muncul di kalangan nelayan Pulau Longos sejak mereka mengenal konsep cold storage. Namun, minimnya pasokan listrik yang stabil di pulau membuat banyak warga sempat menganggap fasilitas seperti ini mustahil hadir di wilayah mereka.
Kondisi tersebut menemukan jawabannya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid, yang memungkinkan cold storage dan ice maker tetap beroperasi tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional. Fasilitas ini terwujud melalui kolaborasi PT Paragon Technology and Innovation dengan Yayasan Insan Bumi Mandiri.
Nelayan Pulau Longos kini memiliki 1 unit ice maker dan 2 unit cold storage yang dioperasikan dengan PLTS hybrid. Fasilitas berbasis energi terbarukan ini menunjang aktivitas melaut sehari-hari sekaligus menekan ketergantungan pada energi konvensional.

“Dulu hasil tangkapan cepat rusak kalau tidak segera dijual. Sekarang saya bisa menyimpan lebih lama dan mengatur sendiri kapan waktunya dijual. Ke depan, saya ingin coba manfaatkan cold storage ini lebih maksimal lagi, supaya hasil tangkapan bisa dijual ke tempat dengan harga yang lebih baik.”
ujar Puhasad, nelayan Pulau Longos.
Pendampingan Berkelanjutan
Sebagai tahap akhir, para nelayan akan dibekali pelatihan operasional dan penggunaan cold storage. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengoperasikan alat, sehingga kualitas hasil tangkapan tetap terjaga dan fasilitas cold storage dapat terawat dalam pemakaian jangka panjang.
Melalui program ini, para nelayan Pulau Longos diharapkan tidak lagi terburu-buru menjual hasil tangkapan karena keterbatasan penyimpanan. Dengan kualitas ikan yang tetap terjaga, nelayan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola hasil tangkapan sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi keluarga dan komunitasnya.
Tentang Insan Bumi Mandiri
Insan Bumi Mandiri (IBM) merupakan sebuah lembaga filantropi yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat untuk membangun pedalaman Indonesia. Berdiri sejak 2016, IBM telah berhasil menyelenggarakan 1.004 program dan membantu lebih dari 163.792 masyarakat pedalaman Indonesia. Kami selalu percaya, langkah kecil bersama anda #SahabatPedalaman, akan menciptakan Jejak Kebaikan untuk saudara-saudara kita di pedalaman. Berbagai persoalan, seperti akses transportasi, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan bisa kita benahi bersama. Informasi lengkap bisa dilihat di insanbumimandiri.org