Bandung, 2 Juni 2026 – Tahun 2026 menjadi tonggak satu dekade pelaksanaan program Kurban di Pedalaman yang diinisiasi oleh Insan Bumi Mandiri. Selama 10 tahun terakhir, program ini menghadirkan hewan kurban ke berbagai wilayah pelosok Indonesia guna mendorong pemerataan distribusi daging kurban pada momen Idul Adha.
Pada Idul Adha 2026, program Kurban di Pedalaman kembali memperluas jangkauannya dengan menambah empat provinsi baru sebagai titik distribusi. Total, program ini kini telah menyentuh belasan provinsi di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Tahun ini, distribusi kurban juga menjangkau masyarakat yang terdampak banjir bandang akhir 2025 di Aceh Tamiang dan Sumatra Barat. Kehadiran program ini di wilayah terdampak bencana diharapkan dapat turut berperan dalam pemerataan distribusi kurban pada wilayah yang masih dalam proses pemulihan pascabencana.
Pencapaian selama satu dekade ini, menurut Ketua Yayasan Insan Bumi Mandiri, tidak lepas dari ekosistem kolaborasi yang dibangun dari tahun ke tahun.
“Sampai di titik ini, kami tidak bisa berjalan sendiri. Setiap tahun kami bekerja sama dengan banyak pihak, seperti ratusan peternak, warga penerima yang mau beradaptasi dengan cara distribusi tanpa plastik meski di beberapa daerah itu bukan kebiasaan mereka, relawan lokal yang mengupayakan banyak cara agar amanah kurban bisa tertunaikan sesuai syariat, hingga lembaga-lembaga mitra yang membuka akses ke lebih banyak pekurban melalui jaringan mereka sendiri. Semua bagian itu yang membuat program ini bisa terus tumbuh,” ujar Zulfa Faizah, Ketua Yayasan Insan Bumi Mandiri.
Salah satu wilayah yang sejak 2016 merasakan langsung dampak dari pertumbuhan program ini adalah Desa Pota. Bagi warga setempat, kehadiran kurban bukan hal yang bisa dianggap biasa.
“Warga di sini tidak pernah dapat kurban sebelumnya. Desa kami terlalu jauh, tidak ada yang mau antar. Program ini yang pertama kali benar-benar sampai ke sini,” tutur Sumardi Jeki, tokoh masyarakat Desa Pota, salah satu titik penyaluran Kurban di Pedalaman.
Selain itu, sejak 2024, IBM juga menjawab keresahan pekurban yang belum familiar dengan proses Kurban di Pedalaman. Sehingga kini seluruh proses penyaluran dapat dipantau langsung oleh para pekurban melalui fitur Pantau Kurban di website resmi Kurban di Pedalaman, mulai dari pengantaran hewan hingga pembagian daging. Transparansi ini menjadi wujud komitmen Insan Bumi Mandiri dalam membangun kepercayaan antara donatur dan penerima manfaat.
Komitmen serupa juga tercermin dalam cara distribusi daging yang dilakukan tanpa kantong plastik. Daging dibagikan menggunakan daun pisang, besek, atau anyaman pelepah pinang, memadukan kearifan lokal sekaligus menjaga lingkungan dari timbunan sampah plastik pascakurban.
Memasuki dekade kedua, program Kurban di Pedalaman terus hadir sebagai jembatan antara semangat berbagi para pekurban dan masyarakat di wilayah yang paling membutuhkan, memastikan kebahagiaan Idul Adha benar-benar dirasakan secara merata hingga ke pelosok Indonesia.